Soroako- Sedikitnya 100 orang siswi mengikuti Sosialisasi Pemberian Tablet Tambah Darah bagi peserta didik putri SMP YPS Singkole secara online melalui Zoom Meeting pada Kamis (03/02/2022).
Sosialisasi yang diinisiasi oleh Puskesmas Nuha ini berlangsung kurang lebih satu jam dari pukul 13.30 sampai dengan pukul 14.30 Wita. Turut hadir dalam sosialisasi ini narasumber dr. Delvira Parinding, tenaga kesehatan PKM Nuha, dan bapak-ibu guru SMP YPS Singkole.
Dalam pemaparan materinya, dr. Delvira menyatakan bahwa pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi peserta didik putri merupakan program pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian kesehatan RI. Pemberian TTD merupakan salah satu intervensi spesifik yang dilakukan pemerintah. Kemenkes, kemdikbud, Kemenag, dan Kemendagri telah berkomitmen mendukung gerakan serentak minum TTD bagi para remaja putri seminggu sekali.
Lebih lanjut dr. Delvira menjelaskan bahwa pemberian TTD ke sekolah-sekolah untuk remaja putri ini dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita sampai usia lanjut.
Remaja putri rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi, remaja putri yang memasuki masa pubertas mengalami pertumbuhan pesat sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat.
Dalam presentasinya, dr. Delvira yang juga alumni SMP YPS Singkole ini memaparkan perbedaan kebutuhan zat besi remaja laki-laki dan perempuan. Laki-laki usia 13-29 tahun rata-rata kebutuhan zat besinya adalah 9-11 mg. Sementara perempuan pada usia yang sama (13-29), kebutuhan zat besinya lebih tinggi, yaitu 15-18 mg. Oleh sebab itu, sasaran utama pemberian tablet zat besi adalah remaja perempuan.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini, pekan depan Tim Puskesmas Nuha akan membagikan secara langsung TTD kepada peserta didik putri SMP YPS Singkole. Diharapkan dengan adanya program pemberian TTD ini dapat menurunkan gejala anemia pada remaja putri sehingga mereka dapat memiliki kesehatan yang optimal. Dengan kesehatan yang optimal, maka konsentrasi belajar dan prestasi mereka akan turut meningkat.