
MAKASSAR — Demi membangun tim publikasi yang andal dan profesional, Sekolah Umum Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS) menggandeng Harian Fajar untuk menggelar pelatihan jurnalistik dan media publikasi di Makassar. Kegiatan yang dihelat di ruang redaksi Fajar, Jumat, 10 Oktober 2025, ini bertujuan membekali tim dengan etika dan keterampilan mengelola media sekolah di era digital.

Sebanyak 10 peserta yang merupakan tim media dan publikasi dari enam unit sekolah YPS—mulai dari TK Sorowako, TK YPS Lawewu, SD YPS Singkole, SD YPS Lawewu, SMP YPS Singkole, hingga SMA YPS Soroako—terlibat aktif dalam pelatihan ini.
Kepala Bidang Information Technology (IT) Sekolah Umum YPS, Zulfadli, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan kebutuhan Sekolah Umum YPS yang sedang mengimplementasikan program Sekolah Unggulan Bertaraf Internasional (SUBI), “Tujuan kami adalah membangun tim media dan publikasi sekolah yang cakap secara teknis serta memahami etika dan perkembangan platform digital,” ujarnya.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, YPS menghadirkan langsung para wartawan dan praktisi jurnalistik senior dari Harian Fajar. Materi dasar-dasar jurnalistik dibawakan oleh Andi Asmadi, wartawan senior dan Supervisor Multimedia Harian Fajar yang menekankan pentingnya objektivitas, integritas, dan sikap antiplagiarisme.
Selanjutnya, Dian Hendiyanto, wartawan senior dan Kepala Online Harian Fajar, memaparkan strategi pemanfaatan platform media sosial untuk publikasi yang efektif. Sementara itu, Basri, Manajer Multimedia Harian Fajar mendalami etika jurnalistik dan perilaku wartawan. Para pemateri menggarisbawahi bahwa tujuan utama jurnalistik adalah menyampaikan informasi, mendidik, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab.
Antusiasme tim media dan publikasi Sekum YPS terlihat jelas dari interaksi yang hidup selama pelatihan. Zulfadli menyebutkan, banyaknya pertanyaan dan umpan balik menunjukkan keseriusan tim untuk mengembangkan media publikasi sekolah.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, tim media dan publikasi sekolah bisa mengeksplor lebih banyak lagi pengetahuan dan menerapkannya di lingkungan sekolah masing-masing,” jelas Zulfadli.
Salah satu peserta, Hasmiah Bardin dari TK Sorowako, mengaku mendapatkan wawasan yang luar biasa. “Ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini sangat berharga, tentang bagaimana cara menulis dengan baik, membuat konten yang tepat, serta memahami tata cara dan etika di media sosial,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Semoga ke depannya ada lagi pelatihan seperti ini, supaya kami bisa menghasilkan narasi publikasi yang lebih baik dengan penulisan yang lebih mantap lagi,” tutupnya. Pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi tim media dan publikasi Sekum YPS untuk secara konsisten memproduksi konten berkualitas yang dapat membentuk citra positif sekolah.