Thursday, 22 Oct 2026
  • Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS) adalah sebuah yayasan yang didirikan oleh PT. Vale Indonesia Tbk.

Peringati Hari Guru Nasional 2023, Sekum YPS Gelar Seminar Pendidikan 

Sorowako- Dalam rangka mengisi momentum peringatan Hari Guru Nasional ke-78 tahun 2023, Sekolah Umum (Sekum) Yayasan Pendidikan Sorowako menggelar seminar pendidikan yang bertajuk “Pendidikan Karakter di Era Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial” pada Senin, 27/11/2023, di Hall Pepumpua.

Seminar yang diikuti oleh seluruh guru dan pegawai di lingkungan Sekum YPS ini menghadirkan Prof. Dr. Jasruddin, M.Si., guru besar Universitas Negeri Makassar, sebagai narasumber utama. Secara resmi kegiatan ini dibuka oleh Direktur Sekum YPS, Ibu Sulhaeni, M.Pd. 

Dalam sambutannya, Sulhaeni menegaskan bahwa sebagai sekolah yang mulai menerapkan transformasi digital, maka penting bagi seluruh guru untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan pendidikan karakter. 

“Penerapan teknologi digital di sekolah menjadi tantangan terbesar bagi kita sebagai guru. Guru dituntut untuk terus mengembangkan diri, menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Tidak hanya menyiapkan peserta didik dengan bekal pendidikan akademik, guru juga memiliki tanggung jawab besar menempa karakter peserta didik.” Tegas Sulhaeni. 

Dalam pemaparannya, Prof. Jasruddin menyoroti tiga topik penting, yakni (1) teknologi digital dan kecerdasan artifisial mengubah cara hidup dan belajar manusia; (2) Pendidikan karakter sangat krusial dalam era Teknologi Informasi (TI) dan Artificial Intelligence (AI); dan (3) Tantangan dalam menerapkan pendidikan karakter di era TI dan AI.

Lebih lanjut dosen Fisika UNM ini menjelaskan bahwa tantangan utama di era digital ini adalah pengaruh negatif dari konten digital, kurangnya pengawasan dalam penggunaan teknologi oleh keluarga, serta perubahan nilai yang cepat. Oleh karena itu, strategi pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis nilai, pemodelan perilaku oleh pendidik, serta penguatan melalui pengalaman nyata. Menurutnya, strategi ini akan membentuk individu yang beretika dan berempati.

Selain itu, menurutnya peran orang tua dan guru sangat penting dalam membimbing anak-anak dalam menggunakan teknologi secara bijaksana dan membentuk karakter yang kuat. Orang tua dan guru harus menjadi teladan dalam perilaku etis dan bertanggung jawab. Di sekolah guru harus berupaya mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Diperlukan  kolaborasi antarguru, siswa, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang beretika dan mendidik.

“Pendidikan karakter di era teknologi digital dan kecerdasan artifisial merupakan tantangan yang kompleks namun tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat. Pembentukan generasi yang berkarakter dan siap menghadapi perubahan zaman adalah tanggung jawab kita bersama”. Tutupnya.

KELUAR