Bekerjasama dengan departemen Health, Safety, Security & Risk (HSSR) Pt. Vale Indonesia, sebanyak lebih dari 100 guru se-Sekum mengikuti pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) yang berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 20 – 22 Oktober 2022 di hall Pepumpua, Lawewu. Tidak hanya guru dan pegawai sekum, pelatihan ini juga mengikutsertakan pihak terkait yaitu para pengelola kantin dan petugas kebersihan di sekolah.
Pelatihan ini bertujuan agar para guru dan pihak terkait dengan sekolah memahami prinsip PPGD, mengetahui anatomi dasar sistem peredaran darah dan pernapasan, memahami rantai keselamatan dan melakukannya, memahami dan mampu melakukan bantuan hidup dasar pada korban dewasa dan anak-anak, memahami dan mampu mengoperasikan AED, memahami dan mampu melakukan posisi pemulihan, dan mampu memberikan pertolongan pertama pada choking (tersedak), luka dan pendarahan, serta syok.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh direktur sekolah umum YPS, Ibu Sulhaeni. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan penanganan gawat darurat dan penggunaan APAR merupakan kebutuhan bagi para guru dan pihak terkait di sekolah. Oleh karena ini menjadi kebutuhan, maka wajib hukumnya bagi mereka untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik. Selain itu, wakil dari departemen HSSR, Bapak Fahmi Amir Baso, menyampaikan bahwa sebagai bagian dari PT Vale, YPS juga berkewajiban mengetahui dan memahami first aid untuk peserta didik maupun keluarga ketika terjadi kondisi darurat.
Pada hari pertama, materi dan praktik adalah yang terkait dengan teknik dan cara penggunaan APAR serta hal-hal yang harus diperhatikan jika terjadi kebakaran. Materi ini dipaparkan oleh Bapak Imran, Senior Supervisor FES. Setelah itu peserta melakukan praktik langsung memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api.
Pada hari berikutnya adalah penjelasan tentang prosedur dan pelaksanaan pertolongan pertama gawat darurat. Materi ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama berfokus pada cara melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dan penggunaan alat kejut jantung otomatis, Automatic External Defibrillator (AED). Materi ini dijelaskan oleh Ibu Elfrida. Selanjutnya, sesi ke dua disampaikan oleh Bapak Rusmin yang mana materinya berfokus pada penanganan syok, choking, dan luka pendarahan. Setelah pemaparan materi selesai, peserta mengerjakan post test.
Pelatihan ini diakhiri dengan praktik CPR dan penggunaan AED yang dilakukan pada hari ke 3 yaitu hari Sabtu. Dalam kesempatan ini setiap guru berkesempatan untuk mengaplikasikan penjelasan yang telah diperoleh pada hari sebelumnya serta diawasi dan diarahkan oleh Ibu Elfrida dan tim.