Sorowako – Senin hingga Rabu, 11-13 Desember 2023, menjadi hari-hari penuh inspirasi bagi para guru di Sekolah Umum (Sekum) Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS). Mereka terlibat dalam Workshop Project Based Learning (PjBL) selama tiga hari yang dihadirkan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan Model Pembelajaran PjBL. Fasilitator utama dalam workshop ini adalah Dr. La Sunra, S.Pd., M.Pd., seorang ahli di bidang bahasa Inggris dan Sekretaris Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM). Dengan pengalaman dan keahliannya dalam pembelajaran berbasis proyek, Dr. La Sunra menjadi sosok inspiratif dan penyampai pengetahuan yang kaya bagi peserta.

Acara dibuka resmi pada hari pertama di Hall Pepumpua pukul 08.30 Wita. Bapak Firman Fauzi, selaku Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako, memberikan sambutan dan harapannya agar workshop ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Umum YPS.
Materi pada hari pertama dimulai dengan pemahaman teori dan Model Pembelajaran PjBL. Peserta diajak untuk meresapi konsep dasar dan manfaat dari pendekatan ini. Sesuai dengan harapan Bapak Firman Fauzi, para guru dengan antusias mengikuti setiap sesi, aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan terlibat dalam latihan praktis yang dipimpin oleh Dr. La Sunra.
Pada sesi pertama, pemahaman teori dan model PjBL menjadi fokus utama. Dr. La Sunra memberikan wawasan mendalam tentang konsep dasar PjBL, memberikan contoh penerapannya, dan merinci manfaat dari pendekatan inovatif ini. Sesi kedua menyoroti teori dan pengetahuan mengenai pembelajaran berdiferensiasi, dengan penekanan pada pentingnya penyesuaian metode pembelajaran terhadap kebutuhan dan gaya belajar siswa.
Guru-guru Sekum YPS terlihat sangat antusias dan berkomitmen untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam dunia pendidikan. Mereka tak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung terlibat dalam diskusi, bertukar pengalaman, dan menjalani berbagai latihan praktis yang diberikan oleh Dr. La Sunra.
Workshop Project Based Learning ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Umum YPS. Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan konsep Pembelajaran Berbasis Proyek dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, membawa dampak positif bagi perkembangan siswa dan prestasi akademis mereka.
Hari kedua workshop dipenuhi dengan antusiasme yang tinggi, di mana para guru kembali berkumpul di Hall Pepumpua. Fokus utama pada hari kedua adalah pembuatan modul ajar berbasis proyek untuk setiap fase pendidikan, mulai dari tingkat TK hingga SMA.
Pagi hari dimulai dengan pemberian tugas kepada para guru untuk merancang modul ajar sesuai dengan tingkat perkembangan siswa masing-masing fase. Diskusi kelompok menjadi sarana yang sangat efektif untuk menggali ide kreatif, mendiskusikan strategi, dan merumuskan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran pada setiap tingkatan.
Sesi siang hari menjadi momentum untuk pembuatan penilaian berbasis High Order Thinking Skills (HOTS). Guru-guru terlibat dalam merancang instrumen penilaian yang mendorong analisis, sintesis, dan evaluasi. Fase-fase penilaian HOTS dibahas dengan cermat, memastikan bahwa setiap guru memiliki panduan khusus sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing.
Para peserta workshop terlibat aktif dalam diskusi kelompok, berbagi ide, dan merumuskan rencana modul ajar dan penilaian HOTS. Interaksi yang intens ini mencerminkan antusiasme peserta dan semangat kolaboratif mereka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Umum YPS.
Hari terakhir workshop diisi dengan momentum puncak, yaitu presentasi modul ajar dari setiap fase yang telah disusun dengan penuh dedikasi oleh para guru. Guru-guru dari setiap fase secara bergiliran mempresentasikan modul ajar yang telah mereka susun selama workshop berlangsung. Setiap presentasi mencakup berbagai aspek PjBL, termasuk perencanaan proyek, implementasi, dan penilaian hasil proyek. Detil konsep dan strategi yang diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap fase dijelaskan dengan rinci oleh masing-masing guru.
Dalam suasana yang penuh semangat, peserta workshop terlibat dalam diskusi dan sesi tanya jawab yang begitu menarik. Antusiasme terlihat jelas dalam pertukaran pandangan, berbagi pengalaman, dan memberikan masukan konstruktif terkait modul ajar yang telah dipresentasikan.
Kehadiran Dr. La Sunra sebagai fasilitator tetap memberikan arahan dan masukan berharga bagi para guru dalam mempertajam konsep PjBL. Bapak Ida Bagus Darmatika, penanggung jawab workshop, memberikan apresiasi kepada semua guru yang telah aktif berpartisipasi dalam workshop ini. Beliau menyatakan bahwa keberhasilan workshop ini bukan hanya diukur dari hasil presentasi, melainkan juga dari kemampuan guru untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum.
Workshop Project Based Learning di Sekolah Umum Yayasan Pendidikan Sorowako diakhiri dengan penuh kebahagiaan dan harapan. Para guru, setelah mendapatkan bekal dan panduan dalam workshop ini, diharapkan dapat menerapkan konsep PjBL dengan sukses di kelas masing-masing. Keberhasilan workshop ini diukur dari kemampuan guru untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan siswa dan prestasi akademis mereka.
Penulis : Arifin T. Badu