Thursday, 22 Oct 2026
  • Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS) adalah sebuah yayasan yang didirikan oleh PT. Vale Indonesia Tbk.

GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION SMP YPS SINGKOLE DAN SMA YPS SIAP IMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA

Soroako – Sebagai wujud respons terhadap kebijakan kurikulum merdeka yang akan mulai digunakan pada tahun ajaran 2022/2023, SMP YPS Singkole dan SMA YPS menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara hybrid pada Jumat, (25/2/22). 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru SMP YPS Singkole dan SMA YPS. Sebagian besar guru mengikuti kegiatan ini secara tatap muka di Hall SMA YPS dengan protokol kesehatan yang ketat dan sebagian mengikuti secara daring melalui google meet. 

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 ini menghadirkan kepala SMP YSP Singkole, Mahmuddin, M.Pd., sebagai fasilitator dan didampingi oleh kepala SMA YPS, Nurkholis, yang bertindak sebagai pengarah diskusi. 

Pada kesempatan itu, Mahmuddin, memaparkan arah kebijakan kurikulum merdeka sebagai bagian penting dalam upaya pemulihan pembelajaran di masa pandemi covid-19. Ada empat agenda besar yang dibahas pada diskusi tersebut, yakni kebijakan kurikulum, karakteristik kurikulum, kerangka dasar kurikulum, dan struktur kurikulum. 

Pandemi covid-19 telah memperparah krisis pembelajaran di Indonesia dengan hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran. Sebagai bentuk mitigasi learning loss tersebut, sekolah diberi pilihan untuk menggunakan kurikulum yang disederhanakan (kurikulum darurat). 

Penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum kondisi khusus (kurikulum darurat) dianggap efektif dalam memitigasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) pada masa pademi COVID-19. Hal ini, semakin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif. 

Dalam pemulihan pembelajaran, sekarang sekolah diberikan kebebasan menentukan kurikulum yang akan dipilih. Salah satunya kurikulum merdeka. Dari kegiatan Focus group Discussion tersebut, secara rinci dapat diketahui keunggulan dari kurikulum merdeka, yakni:

  1. Lebih Sederhana dan Mendalam

Fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan.

  1. Lebih Merdeka
  • Peserta didik: Tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.
  • Guru: Guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik.
  • Sekolah: memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.
  1. Lebih Relevan dan Interaktif

Pembelajaran melalui kegiatan proyek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Selain itu, penerapan Kurikulum Merdeka juga didukung oleh Platform Merdeka Mengajar. Platform Merdeka Mengajar membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman untuk menerapkan Kurikulum Merdeka.

Satuan pendidikan dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing. Ada tiga pilihan yang dapat diputuskan satuan pendidikan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2022/2023:

  1. Mandiri belajar: belajar mencoba menerapkan komponen atau prinsip kurikulum merdeka dengan tetap menggunakan kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan.
  2. Mandiri berubah: menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang disediakan.
  3. Mandiri berbagi: Menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.

Dalam Focus group Discussion yang berakhir pada pukul 11.00 Wita tersebut, seluruh guru SMP YPS Singkole dan SMA YPS, secara bersama-sama memutuskan pada tahun ajaran 2022/2023 untuk menerapkan kurikulum merdeka Mandiri Berubah, yakni menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan. Keputusan ini sebagai tahapan awal dalam rangka mempersiapkan Sekum YPS menerapkan kurikulum merdeka Mandiri Berbagi, yakni menyusun dan mengembangkan sendiri perangkat ajar di masing-masing satuan pendidikan. 

KELUAR