Monday, 27 Jun 2022
  • Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS) adalah sebuah yayasan yang didanai oleh PT. Vale Indonesia Tbk (dulu bernama PT. International Nickel Indonesia Tbk, disingkat PT. INCO Tbk).

Suka Cita Awal Pembelajaran Tatap Muka SD YPS

“Senang, riang, hari yang kunantikan
Kusambut, ‘Hai’ pagi yang cerah
Mataharipun bersinar terang
Menemaniku pergi sekolah”

Lagu “Kembali Ke Sekolah” dari Sherina, rasanya begitu tepat mengawali hari yang cerah di Selasa dan Rabu pagi, 18 dan 19 Mei 2022 ini. Meskipun pagi itu, hari lebih hiruk pikuk dari biasanya, suasana sekolah terasa lebih semarak. Pasalnya, bintang utama pembelajaran di sekolah mulai hadir di sekolah. Ya, anak-anak, sang bintang, terlihat riang dan bersemangat memasuki gerbang sekolah. Hari yang dinanti telah tiba, untuk kembali belajar bersama di sekolah. Hari simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) siswa SD YPS dimulai.

Dengan dikeluarkannya memo EMT PT Vale terbaru, selepas libur Hari Raya Idul Fitri 2022, SD YPS melaksanakan pembelajaran tatap muka (offline) dengan kapasitas kelas 50%. Tentunya dengan catatan tetap menjalankan penerapan protokol COVID-19. Selain itu, seluruh siswa/siswi wajib sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan kedua sebelum hadir di kelas. Sebagai tahapan awal, bagi siswa yang telah menerima vaksin lengkap, mengikuti Simulasi PTM dengan membagi menjadi dua kelompok siswa berabsen ganjil dan genap yang dibagi kedalam 2 hari.

Di hari simulasi, beberapa siswa kelas kecil nampak kebingungan pada hari pertamanya mencari kelas, ada yang menemukan jalannya sendiri, ada pula yang segera diantar oleh guru yang bertugas mengawasi. Beberapa lainnya diantar langsung oleh orangtuanya.

Sebelum masuk kelas, guru melakukan pengecekan suhu, himbauan mencuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer, dan mengenakan masker dengan benar. Di kelas para siswa dan guru saling mengakrabkan diri dengan tetap menjaga jarak, saling mengenal kembali, membuat kesepakatan-kesepakatan kelas, dan melakukan pengenalan sekolah dengan mengunjungi seluruh area lingkungan sekolah. Pengenalan lingkungan sekitar kelas, toilet, muster point, lapangan basket, lapangan olahraga, lapangan upacara, panggung sekolah, Ruang Lab Komputer, Ruang Guru, Ruang Administrasi, ruangan belajar kelas 1 hingga kelas 6 dan mata pelajaran, Musholla dan Ruang Agama, Perpustakaan, tempat menunggu bus sekolah, dan tentunya mengenal aturan dan belajar mengantri di kantin sekolah. Meskipun kantin telah dibuka, para siswa tetap disarankan membawa bekal untuk meminimalkan resiko, namun tentu tetap bisa ke kantin saat tiba jam istirahat. Jam istirahat kelas besar dan kelas kecil dibedakan 10 menit sehingga dapat mengantisipasi kepadatan di kantin. Namun, kebanyakan siswa telah siap dengan bekal makan siangnya.

Seusai periode simulasi, pembelajaran dilaksanakan secara hybrid, yaitu kelompok pertama mengikuti pembelajaran dengan tatap muka di sekolah, sedangkan kelompok kedua mengikuti secara online melalui Google Meet di rumah sesuai jadwal pelajaran. Awal sesi merupakan saat terpenting, saat pengarahan dan materi serta rencana kegiatan tematik hari itu disampaikan. Kelompok di rumah mengerjakan tugas secara mandiri sebagaimana teman kelompok lainnya yang belajar terbimbing sekolah dan meng-upload-nya ke dalam Google Classroom. Sesi kedua dilaksanakan untuk mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Setiap kelompok akan mendapat giliran yang sama sehingga mendapatkan kesempatan cara belajar yang sama.

Fenomena yang menarik adalah sering tercengangnya para guru di awal perjumpaan melihat siswa-siswinya telah tumbuh besar selama lebih 2 tahun belakangan ini. Beberapa yang kesulitan dalam seragam dapat langsung mengecek ketersediaannya di Koperasi PTFA (Parents Teachers and Friends Association). Sehingga tidak lagi terkendala dalam aturan pemakaian seragam, yaitu seragam putih merah untuk hari Senin dan Selasa (bagi yang berhijab mengenakan jilbab putih), seragam kotak di hari Rabu (dengan jilbab merah bagi yang berhijab), seragam house di hari Kamis (dengan jilbab hitam bagi yang berhijab), dan baju Pramuka di hari Jumat. Baju olahraga menyesuaikan sesuai jadwal pelajaran.

Seusai simulasi, PTM berlangsung dengan lancar secara hybrid. Banyak penyesuaian yang perlu dilakukan siswa di awal pembelajaran tatap muka ini. Selepas masa pembelajaran jarak jauh yang telah berlangsung sejak awal tahun 2020, siswa masih harus membiasakan diri kembali untuk bangun lebih pagi dan bersiap, menyiapkan bekal, naik bus sekolah, disiplin menjalankan protokol kesehatan, berkonsentrasi dalam pembelajaran dan menjalankan aturan dan tata krama di sekolah. Tidak usah sungkan untuk saling menyapa kepada guru dan teman-teman, memberi salam dengan menjaga jarak, sambil tersenyum manis meski senyum manisnya tersembunyi di balik masker yang higienis.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR